IPTEK, WARISAN BUDAYA YANG TERABAIKAN

April122013
ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﺍﻟﻘﺎﺋﻞ ﺇﻥ ﺟﺎﺋﻜﻢ ﻓﺎﺳﻖ ﺑﻨﺒﺈ ﻓﺘﺒﻴﻨﻮﺍ ﺃﻥ ﺗﺼﻴﺒﻮﺍ
ﻗﻮﻣﺎ ﺑﺠﻬﺎﻟﺔ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻰ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ
ﻭﻣﻦ ﺗﺒﻌﻪ ﺇﻟﻰ ﺭﺳﺎﻟﺔ. ﺃﻣﺎ ﺑﻌﺪ
HADIRIN ROHIMAKUMULLAH
Jeff Zeleski, seorang pakar komunikasi dunia dalam bukunya
“Spiritualitas Cyberspace” menyatakan : Dewasa ini,
perkembangan dunia Informasi dan komunikasi telah mencapai
tahap yang mencenangkan konsekuensinya. Satu sisi melahirkan
nilai-nilai positif dan mampu mengangkat taraf hidup manusia.
Namun disisi lain perkembangan informasi baik melalui media
cetak dan elektronika jika tidak dibingkai dengan nilai-nilai agama
hanya akan melahirkan keresahan, kerusakan, bahkan kehancuran
bagi manusia.
Hadirin kehawatiran ZaLesski tersebut kini kian terbukti. Kita
perhatikan budaya barat/peradaban jahiliyah kini kian merajalela
melalui media dan elektronika sebagai contoh tayangan-tayangan
kekerasan dan sadis semakin merajalela, tontonan-tontonan
magis-mitologis semakin membudaya bahkan hiburan-hiburan
erotis seksual liberalis semakin makmur, membaur bahkan
menjamur di tengah-tengah masyarakat. Eksisinya hadirin, akibat
tayangan kekerasan,muncul keributan dalam keluarga, tauran
antar pelajar, perkelahian antar kampong bahkan peperangan
antar etnis dan golongan akibatnya tontonan magis metelogis,
lahir masyarakat irrasional, ayat Al-Qur’an dipermainkan, bahkan
agama diperdagangkan. Akibatnya hiburan erotis dan seksualis.
Marak perkosanan dan perzinahan, bahkan akhir-akhir ini kita
digemparkan oleh munculnya praktek seks bebas yang dilakukan
pelajar dan mahasiswa. Na’uzubillahi min dzalik.
Itulah hadirin dampak langsung dari penggunaan media cetak dan
elektronika yang mengabaikan nilai-nilai etika. Lalu bagaimanakah
Islam melihat fenomena tersebut? Sebagai jawabannya pada
kesempatan ini kami akan membahas tentang IPTEK,
WARIASAN DAN KEBUTUHAN YANG TERGADAIKAN dengan
landasan Al-Qur’an, surat Al-Hujarat ayat 6 :
$pkš‰r’¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#þqãZtB#uä bÎ) óOä.uä!%y` 7,ř$
sù :*t6t^Î/ (#þqãY¨t6tGsù br& (#qç7ŠÅÁè? $JBöqs% 7′s#»ygpg
¿2 (#qßsÎ6óÁçGsù 4’n?tã $tB óOçFù=yèsù tûüÏBω»tR ÇÏÈ
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu
orang fasik membawa suatu berita, Maka periksalah dengan teliti
agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum
tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu
menyesal atas perbuatanmu itu.”(QS. Al-Hujarat : 6)
HADIRIN MA’ASYIRAL MUSLIMIN RAKHIMAKUMULLAH
Secara Filosofi, ayat tadi merupakan landasan metodis dalam
menyikapi derasnya informasi yang disebarkan media cetak dan
elektronika, yaitu Islam memiliki prinsip akomodatif jika
bertentangan dengan ajaran Islam jangan gentar, katakan Tidak!
Tidak, tidak meskipun dengan dalil seni dan kebebasan Pers,
sepakat?
Dengan demikian ayat tadi memberikan pelajaran pada kita untuk
memperhatikan nilai moral dan etik, dalam menggunakan media
cetak dan elektronika. Namun, sangant disayangkan hadirin, saat
ini yang terjadi adalah fakta sebaliknya, sebagai bukti tidak sedikit
majalah-majalah yang memajang fotoperempuan setengah
telanjang. Koran-koran mengumumkan tempat-tempat mesum
dan pelacuran, stasiun-stasiun televise yang menayangkan
senetron adegan ciuman yang ujung-ujungnya menjurus pada
perbuatan mesum, bioskop yang menayangkan adegan ranjang
dan hubungan sek, dan situs-situs porno yang marak merebak,
membaur bahkan menjamur ditengah masyarakat bahkan
membudaya seolah-olah telah mendarah daging pada masyarakat
kita terutama para remaja bahkan hadirin akhir-akhir ini kita
dikagetkan dengan munculnya majalah play boy yag menjajah
pikiran manusia, sehingga yang terlihat hanyalah pikiran-pikiran
jorok dan hasrat terlarang.
Bahkan akibatnya budaya barat yang disebarkan media cetak dan
elektronika membuat para pemuda semakin terpuruk, sebagai
contoh: tidak sedikit anak-anak muda kita yang terjerumus
kedalam mabuk-mabukan, tenggak wiski, brendy, sampeng,
bluange, matine, radikao, mensen, KTI, bir, tidak sedikit anak-anak
muda kita mati diujung lidahnya ganja, morfin, ganja, morfin
Merintih memohon, memanggil ganja dan morfin sampai mati,
tanpa iman dan banyak remaja kita akibat mengkomsumsi
minuman keras dan narkoba kini tinggal menunggu lonceng
kematian. Bahkan para pemuda kita terbiasa dengan budaya
mesum seks, protitusi, porno aksi, dan pornografi dan seolah-
olah menganggap God is Died, Tuhan telah mati.
Na’uzubillahhimin dzalik…..
Lalu bagaimanakah sikap kita dalam menghadapi persoalan
tersebut? Sebagai jawabannya kita renungkan firman Allah swt
dalam al-Qur’an surat Ali Imron ayat 104 :
`ä3tFø9ur öNä3YÏiB ×p¨Bé& tbqããô‰tƒ ’n<Î) Ύösƒø:$#
tbrããBù’tƒur Å$rã÷èpRùQ$$Î/ tböqyg÷Ztƒur Ç`tã ̍s3YßJø9$#
4 y7Í´¯»s9′ré&ur ãNèd šcqßsÎ=øÿßJø9$# ÇÊÉÍÈ
Artinya : “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat
yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf
dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang
beruntung.” (QS. ali-Imran : 104)
HADIRIN YANG BERBAHAGIA
Imam Ali Ash Shabuni dalam Shafawatut Tafasir menjelaskan ayat
tadi :
`ä3tFø9ur öNä3YÏiB ×p¨Bé& tbqããô‰tƒ ’n<Î) Ύösƒø:$#
tbrããBù’tƒur Å$rã÷èpRùQ$$Î/ tböqyg÷Ztƒur Ç`tã ̍s3YßJø9$#
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang
menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan
mencegah dari yang munkar
Dengan demikian, orang yang mampu menjaga, melestarikan dan
menjunjung tinggi harakat kemanusiaan adalah yang memiliki
Iman dan amal Shaleh, fungsi dari mengimbangi otoritas
intelektual. Sebab hadirin, walaupun kita ber otak cerdas,
berwawasan luas, tetapi kita tidak berhati emas, apalagi jika
keimanan lepas, kita hanya tumbuh menjadi manusia hina,
biadab, brutal, tidak bermoral, berakhlak bejat bahkan bisa lebih
jahat dan lebih bejat dari binatang.
Murtadha Muthahhari mengatakan, IPTEK yang ada pada orang
yang tak beriman bagaikan sebuah pisau ditangan orang gila, dia
bisa menebaskan kemana dia mau. Maka orang yang beriman tapi
tak beriman bisa membunuh, menipu, merampok dan meracuni
otak-otak kita.
Sebaliknya, bila IPTEK digenggam oleh orang beriman, kami yakin
akan membawa kemaslahatan bukan kemudharatan, membawa
kesejahtraan bukan kesengsaraan. Membawa kemajuan bukan
kehancuran, membawa ketentraman bukan kekacauan.
Jikalau hal tersebut ysng kita aflikasikan insya allah media cetak dan
elektronika yang mengabaikan nilai-nilai etik dan yang
menyebarkan budaya-budaya barat jahiliyyah sedikit demi sedikit
akan tergeser dan tergusur dan akan lahir media cetak dan
elektronika yang siap merespon dan mengelola derasnya arus
informasi untuk membentuk wadah akhlakul karimah dan
menjunjung tinggi kebudayaan Islam.
Dari uraian tersebut maka dapat kita simpulkan bahwa saat ini
penggunaan media cetak dan elektronika mulai mengabaikan nilai-
nilai etika. Untuk menghadapi persoalan tersebut umat Islam
membutuhkan sumber daya insan yang siap menjadi sumber
sifat kebaikan untuk mengelola informasi menjadi maslahat dan
manfaat dalam kehidupan individu, keluarga, nusa dan bangsa,
serta umat manusia. Semoga Allah swt memberkati setiap usaha
dan upaya kita semua. Amin ya Robbal ‘Alamin
Demikianlah yang dapat kami sampaikan mudah-mudahan ada
manfaatnya….
ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻤﺴﺘﻌﺎﻥ ﺇﻟﻰ ﺍﺣﺴﻦ ﺍﻟﺤﺎﻝ
ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﻭﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺑﺮﻛﺎﺗﻪ
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

Belum ada komentar. Tulislah komentar pertama!

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)

Kode Keamanan:
Aktifkan Gambar


 
Kembali ke Atas